Tuesday, December 17, 2013

Sebuah Catatan Perjalanan Memulai Usaha....


Orang-orang Indonesia sangatlah dinamis...
dulu jaman-jaman di awal2 kemerdekaan orang2 hidup dengan sawah, kebun, kambing dan sapi dipedesaan...
mungkin waktu itu hidup susah, sehingga mereka berkeinginan dalam doanya agar anak-anaknya bisa kerja kantoran di perkotaan...

dan kini bisa jadi sang anak sudah mulai menjamur diperkotaan, kerja diperkantoran....
apakah kemudian selesai disini, ternyata tidak

orang-orang kantoran yang sekarang, yang merupakan hasil perjuangan orang2 dulu, hasil terkabulnya doa2 orang dulu pun stidaknya sekarang sudah mulai terbesit untuk bergeser lagi, trend nya ke arah dunia usaha...

demikian juga dengan diriku, dan saat ini sudah mulai menuju ke tahun ke-5 semenjak aku memutuskan untuk memulai sebuah usaha.
biasanya ada beberapa keterbatasan jika kita kerja kantoran
1.  keterbatasan finansial, perbandingannya besaran gaji vs harga rumah
2.  keterbatasan kreatifitas, tidak semua ide/gagasan yang kita ingin lakukan dapat diwujudkan, bahkan seringkali kita harus melakukan suatu hal yang mungkin kurang kita sukai, namun karena memang tanggung jawab pekerjaan ya harus kita kerjakan
3.  keterbatasan manfaat, kalau ini subyektif, tergantung orang. ada orang yg hanya manfaat utk lingkungan/urusan kantor saja, ada orang yg hanya manfaat terbatas untuk keluarga saja tapi ada jg yang ingin bisa bermanfaat untuk sebanyak mungkin orang lain...

kalau positifnya kerja kantoran ya smua dah pada tau lah, banyak sekali tentunya...



sedangkan untuk diriku ada 3 hal utama yang mendasari untuk memulai sebuah kehidupan yang baru, yakni memulai usaha
1. urusan duit.

dulu aku sering berfikir, dengan gaji seorang pegawai, maka sudah jelas tidak mungkin untuk bisa memiliki rumah dengan cara yang baik, jalan satu-satunya adalah dengan ikhlas terjerat riba belasan tahun, yang beli rumah ikhlas ridhlo dengan sistem kpr, penjual dan pengembang perumahan alias developernya ridhlo, banknya juga ridhlo, hanya sayangnya Allah tidak ridhlo dengan hal tsb sehingga tidak ada cara lain, mau tidak mau, suka atau tidak suka harus mengambil jalan lain kalau tidak ingin terbawa arus, jalan itu bernama memulai usaha...
dan alhamdulillah dalam waktu setahun bisa kebeli rumah dengan cara yang baik, sesuatu yang dulu adalah sesuatu hal yang tidak mungkin bagi saya.


 2. mendidik anak

ketika saya kecil dulu, ibuk saya banyak sekali mencoba usaha utk membantu bapak dalam hal keuangan, misalnya salon, kolam ikan, kacang presto yg kalau malem saya dan adik bantuin masukin ke plastik trus ditutupnya dipanasin pake lilin trus diedarkan dititip ke warung-warung, snack/makanan ringan jg sama, beli kiloan trus dbikin kecil-kecil, perkebunan durian & rambutan macem2 lah banyak sekali silih berganti hingga yang sekarang menyewakan ruko-ruko.

ibuk saya tidak pernah mengajarkan kepada saya ttg usaha, enterpreneurship atau apapun itu istilahnya. dan bisa dikatakan semua usaha yang coba dibangun tidaklah berhasil bertahan lama, namun apakah kemudian artinya gagal, maka jawabnya tidak sama sekali, alhamdulillah saya sebagai anak walaupun tidak pernah diajari usaha, namun saya melihat ibuk saya, belajar langsung, mengamati dan itu tertanam dalam jiwaku selaku sang anak.

sehingga ketika orang lain berfikir panjang, banyak pertimbangan ABC dll ketika akan memulai usaha, maka saya memulai usaha dengan spontan saja, saya juga tidak terlalu perduli apakah akan berhasil atau tidak nantinya, yang pasti entah berhasil atau tidak, maka anak saya secara tidak langsung akan melihat dan belajar dari orang tuanya. kalau misalnya ibuk saya tidak berhasil, maka saya akan berusaha utk bisa berhasil, jika saya tidak berhasil juga, maka anak saya nantinya insya Allah yang akan berhasil, demikian seterusnya yang penting mulai saja...
dan alhamdulillah belum sampai setahun, usaha yang aku bangun bisa dikatakan sudah berhasil berkembang dengan baik sehingga kemudian akhirnya memutuskan untuk resign dari kantorku dulu

3. urusan manfaat

alhamdulillah dengan rejeki yang dimiliki bisa digunakan untuk memberi manfaat yang banyak untuk orang yang banyak. kalau dulu waktu kerja kantoran paling seneng kalau tgl 25 karena waktunya gajian dapet duit, kalau sekarang alhamdulillah bisa diatasnya seneng, yakni bahagia, karena bisa menjadi jalan rejeki untuk orang lain, uang yang dimiliki bisa untuk memberi arti untuk orang lain, bisa bikin kegiatan2 yg bisa memberikan banyak mnfaat besar, tanpa khawatir soal pendanaan. dulu waktu kerja kantoran impian/keinginannya pengin bisa dapet gaji 2 digit, alhamdulillah sekarang dengan memulai usaha malah loncat langsung 3 digit. impian dan keinginan saya agar dapat mengikuti jalan para sahabat, menyedekahkan harta yang dicintainya di jalan Allah, menjadi sedekah jariyah yang terus mengalir hingga kiamat amiin..

6 comments:

Hero Shvrootkit said...

saya akan mengikuti jejak om Dedi...semoga tetap berkah oms...



salam,
Hero

darmanex said...

Nice story. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi semua. :)

Welly Iskand said...

memaju andrenalin saya untu menjadi seseorang technopreneur! GBU. hidup hanya sekali

Agus Setiawan said...

Terima kasih Mas Dedi atas tulisannya..walaupun saya tidak kenal dekat dengan Mas Dedi, tapi saya salut dengan perjuangan dan strategi bisnis yang sudah Mas Dedi jalankan. yang lebih banyak ngadain sharing dan pelatihan buat orang tidak mampu.

Mas Dedi sebagai salah satu role model saya dalam menjalankan bisnis saya yang usianya masih seumur jagung dan kadang naik-turun.

Saya belajar banyak dari Mas Dedi.

ade supriadi said...

assalamualaikum om Dedi. senang saya membacanya, mudah2an menjadi motivasi bagi pembaca sekalian. tapi kalo boleh tau om Dedi bidan usaha apa ? barang kali kita bisa join.

umar hakiki said...

Disitu ada bisnis, maka disitu ada risiko. Yang terpenting adalah sejauh mana Anda bisa meraup uang banyak ketika Anda melakukan hal yang benar dan seberapa banyak uang Anda yang hilang ketika Anda melakukan kesalahan"

Info : Buat yang mau investasi di sektor properti bisa klik disini Referensi jual/beli/sewa properti diseluruh Indonesia