Friday, April 10, 2015

Mewujudkan Impian


Sejarah selalu mencatat orang pertama

Misalnya yang menginjakkan kaki pertama kali dibulan, maka orang akan mengingat neil armstrong namun tidak mengingat siapa yang kedua padahal waktu itu neil armstrong tidak sendirian

Pun demikian dengan penaklukan gunung everest yang pertama kali dicatat sejarah dan diingat adalah dilakukan oleh Edmund Hillary pada tahun 1953.

Saat sesi wawancara semua wartawan ramai mewancarai edmund hillary hingga kemudian ada salah satu wartawan yang jeli dan bertanya kepada Tenzing Norgay yang merupakan pemandu Edmund Hillary dalam menaklukkan everest.

Anda kan yang memandu edmund hillary, tentu anda yang berada di depan hillary?
Ya benar, saya memang berada di depan edmund hillary untuk memandunya jawab tenzing norgay

Nah tentu mustinya anda yang lebih dulu menginjakkan kaki di puncak everest?
Sepanjang perjalanan memang saya selalu berada di depan edmund hillary, namun sesaat sebelum mencapai puncak, saya mempersilahkan edmund untuk melangkahkan kaki didepan saya sehingga dia bisa berhasil menjadi orang pertama yang menaklukkan puncak everest tersebut.

Kenapa anda lakukan itu, bukankah anda lebih punya peluang untuk mencatatkan diri dalam sejarah sebagai orang pertama yang menaklukkan everest?
Sesungguhnya mencapai puncak everest adalah impian seorang edmund hillary, bukan impianku. impianku adalah untuk membantu mewujudkan impiannya....

Aha I’ve finally found my true passion..... (minimal utk saat ini, entah nanti)
Sungguh cerita ini kalau untuk saya kereen bingiiiit....
Ini yang aku cari selama ini..

Dulu jaman sekolah juara kelas, juara menggambar juga berprestasi lah, mengalami sendiri bagaimana jadi juara, dipuji, jadi anak pinter dll
tapi kok merasa sepertinya ada hal lain entah apa  yang sebenarnya lebih kuinginkan dari sekedar itu. efeknya mulai ketika sma jadi gak terlalu tertarik lagi utk berprestasi, mulai malas dan beberapakali bermasalah dengan guru2.
Demikian juga ketika bisa ccie dll, sebuah prestasi besar dalam hidup. Tapi kok kayaknya ada hal lain yang lebih kuinginkan...hal yang lebih menantang, yang lebih seru

Dan aha ketemu.... Mewujudkan impian seseorang....

Ternyata ini yang selama ini tanpa saya sadari sudah saya jalani dan saya merasa lebih excited dengan ini.

Merubah seseorang yang biasa2 menjadi seseorang yang luar biasa.

okelah bisa ccie adalah hal yg besar, 
tapi nulis buku ccie adalah hal yg lebih besar lagi
membantu mewujudkan impian seseorang,. ccie dengan usia termuda menjadi hal yg lebih seru lagi
membantu mewujudkan impian seseorang,. ccie pada usia pensiun, lebih keren lagi

mendobrak hal2 yang bagi orang lain ini adalah kesulitan besar, dan mengantarkan mereka menuju impian mereka ternyata lebih seru, lebih keren, lebih menggairahkan, lebih menantang dan lebih berwarna pilihannya..

Salah satu tujuan saya mendirikan pesantren networkers adalah untuk memunculkan para rockstar engineer sejak usia dini, yang nantinya akan memiliki kontribusi besar, memberi manfaat besar untuk dunia networking indonesia kelak...



Tidak bisa cepat, butuh waktu setidaknya 5-10 tahun kedepan karena mereka2 ini hanya lulusan smk yang biasanya kalau di kantor umumnya ya kalah bersaing dengan yang lulusan anak kuliahan..
Namun mereka sudah belajar networking dengan tepat diusia yang lebih awal, tinggal masalah waktu aja yang akan mengantarkan mereka. 

Daripada dipuji sana sini dengan apa yang sudah mereka capai saat ini, mereka lebih butuh untuk direndahkan, dicaci maki, dicap negatif seperti misalnya alah cuman lulusan smk, atau alah belajarnya cuman ngonfig2 aja, atau alah belajarnya cuman dikarbit aja atau bermasalah dengan sekolah, konflik dengan sekolah, kasus gak masuk sekolah, dicap anak nakal, kalau nerangin grogi terus, bahasa inggris masih belepotan aja gaya dll yang beginian ini jamu, pahit tapi sangat penting untuk membentuk mental dan karakter mereka kedepan.

Saya guru, namun bukan pengajar... Bukan mengajar dikelas menerangkan ini itu, saya lebih suka mengarahkan mereka, menujukkan apa yang perlu untuk mereka lakukan. karena hasilnya akan lebih dapat dirasakan daripada mengajar menerangkan sesuatu dari pagi hingga sore yang kemudian hari berikutnya sudah dilupakan para siswa.

kesuksesan saya untuk sekarang ini adalah ketika nantinya mereka-mereka berhasil mengalahkan saya 
dan saya akan menjadi sangat-sangat bangga, penuh perasaan kebahagian ketika memperoleh kekalahan itu.


2 comments:

Andre Wantsheback said...

Waw, super sekali pak dedi. Semoga amal ibadahnya terus berguna dan bermanfaat bagi semua. Amin.

muhammad charistha said...

amien pak dedi, semoga Allah membalas niat baikmu itu.

i'll waiting d'day when those dream comes true.

selalu semangat