Friday, December 12, 2014

ketika ditambah rizki nya...

suatu sore sayup2 terdengar perkataan....

ada kondisi seseorang dimana

rejekinya dibuat bertambah banyak
kedudukannya dijadikan bertambah tinggi
ilmunya diberikan bertambah banyak

namun disaat bersamaan

ibadahnya menjadi berkurang
ketaatannya menjadi berkurang
amalannya menjadi berkurang

yang dulunya adzan langsung ke masjid, kemudian berangsur-angsur kemasjidnya setelah adzan, kemudian menjadi kemasjidnya di akhir2 bareng komat, kemudian mulai telat berjamaah kemudian mulai bolong-bolong sholat berjamaah di masjidnya

yang dulunya mbaca quran sehari 1 juz, kmudian berkurang stengah juz, kemudian berkurang 1 halaman, kemudian berkurang menjadi 1 ayat dan kemudian bolong-bolong membaca quran tiap harinya

yang dulunya rajin sholat malam kemudian berakhir bolong-bolong juga

sementara rizkinya dibuat bertambah semakin bertambah, bertambah terus dan terus ditambah....

Friday, October 31, 2014

CCIE Penghisab Darah Nyubi

tulisan buat di buku ccie
=================



Saat seseorang sudah memutuskan memulai untuk perjalanan menuju ccie, maka yang sudah menunggu didepan adalah berbagai macam hambatan dan rintangan. Tidak ada manis-manisnya, dijamin pahit semua, yang sebenarnya manis pun akan jadi berasa ikut pahit. Selama ini bisa jadi terlalu banyak cerita manis tentang ccie, namun terus terang yang sebenarnya adalah pahit, bahkan terlalu banyak pahitnya.

CCIE tidak butuh semangat dan impian, banyak orang maju ujian dengan modal semangat yang hasilnya bisa ditebak jauh hari dan banyak pula yang sebelumnya memimpikan ccie namun kemudian memutuskan mengubur mimpi tersebut, ada yang dikubur sebelum pernah ujian sama sekali ataupun dikubur setelah letih dan lelah ujian berkali kali belum juga ccie.

Yang lebih dibutuhkan ccie adalah darah yang siap2 untuk dihisap habis-habisan olehnya… darah yang musti disiapkan untuk written aja sekarang Rp 5jt ditambah ujian lab 20jt-an belum transport pp hotel dll bisa Rp 5jt lagi…
Biaya tersebut untuk sekali ujian, sedangkan sekali ujian dan kemudian langsung lulus itu hanyalah ilusi fatamorgana. Kita dari 40 ccie kurang dari 5 orang yang sekali ujian lulus first attempt. Jadi sekali lagi saya katakan ccie itu haus darah dan ccie tidak perduli berapa banyak stok darah yang kita miliki.

Walaupun kita sudah habis-habisan, tinggal kulit dan tulang, ccie masih juga tidak perduli, dia masih butuh korban darah lagi yang akan dihisap selanjutnya. Biasanya kita mulai jual2 sesuatu, pinjem2 uang ke keluarga, berhutang dan sejenisnya. Yang jelas darah orang2 terdekat kita sudah mulai ikut terhisap. Cara lain yang lebih aman adalah pake darah kantor, dengan konsekwensi rantai emas tentunya. Yang jelas darah harus ada, kalau enggak ga usah ccie, capek belajarnya gak ujian ujian, buang2 waktu dan energy aja.

Untuk lulus ccie tidak bisa dengan belajar menguasai materinya kemudian setelah siap maju ujian lab. Hal tersebut benar hanya untuk diatas kertas aja, kenyataan di lapangan tidak semanis itu. Ccie pada kenyataannya dilapangan adalah lebih kepada cara kita dalam mengelola kendala2 dan rintangan. Satu demi persatu kita berupaya keras mencari jalan bagaimana agar dapat melewati berbagai macam kendala tersebut hingga akhirnya dapat meraih ccie.

Ada beberapa kendala utama yang jadi penyakit untuk para kandidat ccie. Siapapun pasti akan ketemu dengan penyakit ini, sebagian akhirnya sembuh dan lanjut proses selanjutnya sedangkan yang sebagian lain berlama-lama dengan penyakit tersebut, terjebak disana tanpa tau bagaimana kesudahannya, akibatnya ccie hanya berakhir dalam bentuk impian saja.   

Berikut kendala-kendala utamanya

1.     1.Kendala biaya
Ini penyakit utama, selama belum bisa mencari jalan keluar untuk kendala ini, maka hanya akan belajar, belajar dan terus belajar saja. Download ini itu, beli ini itu, baca ini itu terus dari waktu ke waktu tanpa tau kapan akan berakhir. 

Ritme belajar antara yang sudah membayar lab dengan yang belum ada biaya ujian walau sama2 memulai bootcamp di waktu yang sama, tapi pasca bootcamp sudah terlihat bedanya jauh bagai Ferrari dan bajai roda tiga. Ini masalah yang terus menerus berulang dari pengalaman saya membantu temen2 untuk ccie.


2.       2. Kendala waktu
Katakanlah sudah punya uang, bukan berarti selesai, tidak, perjalanan masih sangat jauh. Ini baru selesai satu kendala dan kendala lain sudah menyambut lagi didepan, yakni waktu. Load kerjaan banyak, handle beberapa project, nyampe rumah udah capek, keluarga sudah menunggu, anak ngajak main dan seterusnya. 

Yang jelas ini penyakit yang bisa jadi akut dan sulit disembuhkan, menyediakan waktu belajar secara berkelanjutan setiap hari adalah berat. Sangat sangat berat. Stadium empat lah ini. Gak setiap orang yang ingin ccie bisa melewati kendala ini. 

Gimana bisa ccie kalau cuman dikasih waktu sisa-sisa, sedangkan belajar di bootcamp aja perlu full seharian bahkan hingga dini hari, sedangkan kemudian pasca bootcamp gak sanggup meluangkan waktu belajar. Bermimpi memang mudah, yang susah adalah mewujudkannya, karena kendala sudah menanti didepan. 

Dilogika sendiri aja kalau tiap hari dengan berbagai macam aktivitas dan kesibukan yang dimiliki tidak bisa meluangkan waktu khusus secara berkelanjutan setiap harinya tapi masih pengin ccie itu gimana jalannya gak bisa ketemu. Meluangkan waktu sesekali umumnya orang bisa, tapi yang berkelanjutan setiap hari ini yang gak semua orang sanggup melewati penyakit yang satu ini.
Kendala yang beginian kalau mengambil pepatah tukang bajaj, maka hanya dirinya dan Allah saja yang tau bagaimana mengatasinya, orang lain tidak bisa membantu kecuali dirinya sendiri.


3.       3. Kendala belajar
Ini juga kendala, tapi kendala yang paling ringan, biasanya ketika belajar mulai muncul hal2 yang gak paham maksudnya. Nah ini sudah bisa kita atasi dengan membentuk keakraban satu sama lain sewaktu bootcamp, saling berkenalan dengan yang lain, membentuk kelompok belajar pasca training dll. 

Ini memang kendala, namun jika hanya jika seseorang mengambil ujian sendiri, belajar sndiri tanpa ada teman belajarnya. Namun kalau berkelompok, belajar bersama, maka hanya tinggal masalah waktu untuk kemudian akhirnya bisa paham maksudnya.

Demikian 3 kendala tersebut yang umum jadi penyakit.  Selama tidak bisa menyembuhkan dari kendala finansial dan kendala waktu maka mungkin sudah waktunya untuk berfikir ulang apakah saya masih mau untuk terus ccie atau tidak, karena tidak semua network engineer harus jadi ccie.

Tuesday, September 02, 2014

dibalik setiap kesuksesan terdapat barisan para mantan

masih ngomongin ngebangun usaha.
seperti artikel sebelumnya, sangat kecil kemungkinannya ketika memulai usaha, kemudian bisa langsung sukses.
yang sudah-sudah pasti gagal dan gagal lagi, gagal terus dan terus.
entah karena sepi, gak laku, kurang rame ataupun kurang sesuai target yang diinginkan

berikut beberapa mantan usaha yang sudah pernah saya jalani, gagal, kurang berhasil dan sudah saya tinggalkan tanpa pernah saya sesali...
- jualan kacang presto
- jualan nasi
- Pe eS an
- studio musik
- bikin web
- nulis buku
- jualan komputer
- kursus internet
- rental cd software
- google ads
- jualan anime naruto
- jualan dvd tutorial
- dll

ketika gagal, terjatuh dan kemudian bangkit lagi, kita sudah jauh lebih kuat, lebih terlatih, lebih berilmu daripada saat kita awal memulai.

seperti halnya orang belajar naik sepeda, ketika terjatuh semangat sekali untuk bangun kembali dengan satu keyakinan, saya coba lagi, tinggal dikit lagi saya akan bisa...

maka tips nya
1. sedini mungkin melatih diri memulai usaha, tujuannya buat menghabiskan jatah gagal dulu, karena apa? karena pasti gagal tidak mungkin tidak. usia2 anak sekolah adalah usia ideal untuk memulai usaha, usia anak kuliahan dah agak terlambat, tapi tidak mengapa. usia orang bekerja jg tetap masih bagus untuk mulai

2. kalau belajar berenang, jangan langsung pilih di lautan, minimal di kolam renang yang dangkal dulu.

banyak saya dengar kerja dulu buat kumpulin modal dulu yang banyak, kalau dah kumpul terus usaha, yang begini dah pasti gagalnya berdarah-darah, gak siap gagal, uangnya habis

gak percaya silahkan tanya yang abis dapet pesangon trus bikin usaha, yang abis jual tanah warisan trus dipake modal usaha dll tanpa pernah punya pngalaman usaha sebelumnya, banyak yg gagalnya parah.

untuk awal belajar usaha, jangan langsung di modal puluhan juta, ratusan juta dst nya, main di modal recehan dulu. ingat dalam usaha yang harus banyak bukanlah modal, ini pemikiran yang salah dan sesat.

yang lebih pas, yang harus banyak adalah keuntungan serta manfaat. contoh dulu saya jualan dvd tutorial untungnya bisa dapet jutaan padahal modal cuman 1 box dvd kosong yang harganya gak nyampe 50rb untungnya ratusan persen jauh diatas modalnya.

Thursday, August 28, 2014

Wanita Memang Menggoda

Kisah pilu seorang tabiin yg hafidz qur'an namun murtad pd saat berjihad. Hny krn asmara..

Lelaki gagah itu mengayunkan pedangnya menebas tubuh demi tubuh pasukan romawi. Ia adalah seorang tabiin (270H) yg hafal qur'an. Namanya adalah sebaik-baik nama, Abdullah bin Abdurrahim.

Keimanannya tak diragukan. Adakah bandingannya didunia ini seorang mujahid nan hafal quran. Namun lacur akhir hayatnya mati dalam kemurtadan dan hilang hafalannya melainkan 2 ayat saja yg tersisa. Yaitu surah al hijr ayat 2-3, rubamaa yawaddulladziina kafaru lau kaanu muslimiin, dzarhum ya`kulu wayatamatta'u wayulhihimul amal-fasaw faya'lamuun. (Org2 kafir itu diakhirat nnt sering menginginkan andai didunia dulu mrk muslim. Biarkanlah mrk mkn dn senang2, dilalaikan oleh angan2 kosong belaka, kelak mrk akan tahu akibatnya).

Seolah ayat ini adalah kutukan sekaligus peringatan اَللّÙ‡ yg terakhir namun tak digubrisnya. Apakah penyebabnya?

Penyebabnya adalah wanita. Inilah kisahnya;

Pedangnya masih berkilat2 memantul sinar mentari. Masih segar berlumur merahnya darah org romawi. Ia hantarkan org romawi itu ke neraka dg pedangnya. Tak disangka nantinya dirinyapun dihantar ke neraka oleh seorang wanita romawi, tdk dg pedang melainkan dg asmara. Kaum muslimin sedang mengepung kampung romawi. Tiba2 mata Abdullah tertuju kpd seorang wanita romawi di dalam benteng. Kecantikan dan pesona wanita pirang itu begitu dahsyat mengobrak-abrik hatinya. Dia lupa bahwa tak seorangpun dijamin tak lolos su'ul khotimah.

Dia lupa bahwa maksiat dan pandangan haram adalah gerbang kekufuran. Tak tahan, iapun mengirimkan surat cinta kpd wanita itu. Isinya kurang lebih: "Adinda, bgm caranya agar aku bs smp ke pangkuanmu?" Perempuan itu mjwb: "Kakanda, masuklah agama nashrani maka aku jd milikmu."

Syahwat telah memenuhi relung hati Abdullah sampai2 ia mjd lupa beriman, tuli peringatan dan buta alquran. Hatinya terbangun tembok anti hidayah.

Khotamallaahu 'ala qulubihim wa'ala sam'ihim wa'ala abshorihim ghisyawah...
Astaghfirullah, ma'adzallah. Pesona wanita itu telah mampu mengubur imannya di dasar samudra. Demi tubuh cantik nan fana itu ia rela tinggalkan islam. Ia rela murtad.

Menikahlah dia didalam benteng. Kaum muslimin yg menyaksikan ini sngt terguncang.

Bgm mungkin? How come? Bgm bisa seorg hafidz yg hatinya dipenuhi alqur'an meninggalkan اَللّÙ‡ dn mjd hamba salib? Ketika dibujuk utk taubat ia tak bs.

Dikatakannya bhw ia telah lupakan qur'an kecuali 2 ayat diatas sj dan ia bahagia hidup berlimpah harta dan keturunan bersama kaum nashrani. Dalam keadaan spt itulah dia sampai wafatnya.

Ya اَللّÙ‡ seorang hafidz nan mujahid saja bs Kau angkat nikmat imannya berbalik murtad jika sudah ditetapkan murtad, apa lg hamba yg bnyk cacat ini. Tak punya amal andalan.

Saudaraku, doakan aku dan aku doakan pula kalian agr اَللّÙ‡ lindungi kt dr fitnah wanita dan fitnah dunia serta dihindarkan dr ketetapan yg buruk diakhir hayat.

Ma taraktu ba'di fitnatan adhorro 'ala ar rijaal min nisaa...

"Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yg maha dahsyat bahayanya bagi lelaki kecuali fitnah wanita" (muttafaq 'alaih).

Disarikan dr tulisan DR. Hamid Ath Thahir dlm buku Dibawah Kilatan Pedang (101 kisah heroik mujahidin)

Friday, August 15, 2014

Bahwa Kita Memang Harus Gagal



Ketika kita kecil dulu belum bisa naik sepeda, kemudian memutuskan belajar naik sepeda, apakah kemudian langsung sukses atau gagal, jatuh dulu dari sepeda?

Ketika kita kecil dulu belum bisa menulis, kemudian memutuskan belajar menulis, apakah kemudian langsung bisa sukses membuat tulisan yang bagus atau gagal, berakhir coret2an ceker ayam?

Ketika kita kecil dulu belum bisa baca quran, kemudian memutuskan belajar iqro, apakah kemudian langsung bisa sukses membaca quran dengan baik, atau gagal, bacanya salah2

Ketika seseorang memutuskan belajar pemrograman, apakah langsung sukses membuat program aplikasi atau gagal dengan, banyak error disana sini.

Ketika seseorang memutuskan belajar elektronika, apakah langsung sukses membuat rangkaian elektronik, membuat robot dll atau gagal, rangkaiannya kebakar, solderannya jelek dll

Ketika seseorang memutuskan belajar adzan, apakah langsung bagus atau gagal suaranya fals ataupun malah lupa lafadznya.



Maka bagaimana ketika seseorang memutuskan berbisnis? Langsung sukses besar ataukah kegagalan yang akan ditemui, maka jawabannya adalah JELAS…

Kerelaan berteman dengan kegagalan inilah yang tidak mudah, tidak semua orang menginginkannya, apalagi mereka2 yang saat kuliah/sekolah selalu dapet nilai bagus, mentalnya jelas tidak pernah terlatih untuk hal yang demikian, makanya wajar banyak ditemui yang ipk nya pas2an malah banyak yg berhasil membangun usaha, walaupun yg ipknya bagus juga banyak yg berhasil. Mereka yang pas2an sudah sering belajar menerima kegagalan, sudah terlatih dapet nilai jelek, sudah terlatih dianggap kurang berprestasi, malah ada juga yang dianggap sebagai anak yang bermasalah dsb nya.

Terlatih dengan kegagalan-kegagalan itulah yang kemudian membuat seseorang bisa berhasil dengan bisnisnya, sebagaimana halnya jatuh bangunnya belajar bersepeda, karena dia mau untuk jatuhlah yang kemudian menyebabkan dia bisa naik sepeda. Mau untuk menggambar yang jelek lah yang kemudian bisa membuat seseorang bisa menggambar yang bagus. Mau untuk salah2 dalam menulis lah yang kemudian membuat seseorang bisa memiliki tulisan yang bagus. Mau untuk masak yang gosong, keasinan yang rasanya gak enaklah yang kemudian membuat seseorang bisa memasak dengan sangat enak.



Semakin kita terlatih dengan kegagalan, membuat kita belajar dan akhirnya bisa berhasil..

Kembali untuk yang akan memulai usaha, mau untuk gagal? Hmmm ....

Pengalaman Kuliah Semester 2




Pada semester 2 ini ada 5 mata kuliah yang diambil. 4 mata kuliah di depok dan 1 mata kuliah di salemba. Dari hari awal kuliah hingga tengah semester cukup berat untuk dijalani. Mulai dari hari kamis siang ketemu mata kuliah hitung2 an matematika yang nilai UTS nya cuman dapet nilai 28 hehehe. Kuliahnya selesai jam 3 sore kemudian istirahat sebentar dikosan temen kemudian jam 5 sore naik kereta ke kampus salemba. Kuliah mulai jam 7 hingga 9 malem….kalau pas capek ya nginep dikosan temen kl gak ya pulang naik angkot dari salemba ke stasiun jatinegara, trus pindah angkot ke cawang uki trus naik elf ke cileungsi, nyampe rumah ya jam 11 –an malem lah. Dah gitu besok jumatnya kuliah lagi yang isinya pemrograman, fiuh…. Pulangnya malem2 mulu abis maghrib dan seringnya hujan sehingga kadang hujan2 an dari depok sampe ke cileungsi atau pake jas hujan ditengah2 petir yang menggelegar. 

Semangat menjalani kuliah juga sudah tidak lagi sesemangat semester 1, bisa karena factor usia ataupun sebenarnya karena tidak ada lagi motivasinya, dibilang perjuangan ya berjuang untuk apa sudah mulai pudar.. dah gitu yang utama tidak ada mata kuliah yang cocok lah, ibarat makan ya ditelan aja sudah gak ada rasanya.

Makanya kalau ada temen yang tanya2 kuliah, saya berikan penjelasan dulu bahwasanya kalau kuliah jangan berharap ilmu, kalau nyari ilmu/keahlian itu adanya di tempat kursus, kalau kuliah ya nyari temen, nyari ijasah dll. Sehingga ekspektasinya ttg kuliah agar bisa diturunkan biar tidak kecewa dikemudian hari.

Setelah UTS, berbagai macam keajaiban terjadi. sangat ringan sekali menjalaninya. Ada mata kuliah yang dari uts hingga uas cuman masuk 2x aja trus kuliah jg mulai nyante, uas jg gak ada lagi ngerjain soal, tapi lebih ke presentasi2 aja. Enak dah saya cuman numpang nama aja hehe, njelasin bagian yang gampang. Ada yang ngerjain soal tp cukup dikerjakan dirumah, bisa gugel2. Ajib dah baru kali ini enak banget uas nya…. Nyantai bingiit tanpa tekanan. Yang nilai uts nya cuman dapet 28, uas nya bisa dapet 86 hehe lumayan cuman numpang nama aja dan yg pnting selamet bisa lulus kuliah, ga perlu ngulang.